Kamis, 10 Maret 2011

Membangun Pendidikan di Sekolah

Pendidikan merupakan upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui proses yang terencana, sistematis dan memiliki tujuan tertentu. Pendidikan formal dilakukan melalui sekolah atau madrasah. Sebagai sekolah atau madrasah maka mereka tentunya memiliki visi, misi dan tujuan pendidikan yang dikelolanya. Namun demikian, terlepas dari visi, misi dan tujuan pendidikan, sebenarnya hakekat pendidikan di sekolah / madrasah adalah mengantarkan peserta didik untuk dapat menguasai kurikulum yang telah disusun oleh pihak sekolah/madrasah.
Sejak zaman dulu hingga sekarang hakekat pendidikannya tetap sama, yang berbeda adalah pada sentuhan proses dan metodologi. Metodologi apapun yang dipakai memiliki kelebihan dan kekurangan namun demikian diharapkan bahwa peserta didik harus dan wajib mendapat pengalaman belajar yang menjadikan dia aktif.
Paradigma pengelolaan pendidikan sekarang pelan tapi pasti harus berubah. Siswa merupakan target yang harus difasilitasi agar mereka mampu membuat konstruksi pengetahuan.

Politisasi Sekolah.
Pemerintah dengan tidak jelas telah membuat kasta pada sekolah. Ada sekolah dengan standar layanan minimal, ada sekolah standar nasional, ada sekolah bertaraf internasional. Mengapa aku sebut sebaga politisasi sekolah ? Karena pemerintah suka memberi label pada sekolah, seolah-olah pemerintah sudah mampu membuat sistem sehingga sekolah menjadi bermutu. Padahal sebenarnya pencitraan publik seperti itu memiliki kecenderungan menjadi lahan untuk melakukan kebohongan terhadap publik.
Telah lama..entah apa sebabnya..bangsa ini lebih suka bungkus yang bagus daripada isi. Seperti Sekolah Berstandar Nasional lebih mengutamakan fasilitas berstandar nasional ( dan itu menjadi beban orang tua siswa) daripada proses yang mengacu kepada pelayanan secara internasional.
Yang ironis adalah ketika dilaksanakan Ujian Nasional ternyata soal untuk SBI dengan SSN denegan Sekolah Standar Minimal dan Sekolah Terbuka sama...dan lebih ironis siswa SBI bisa dikalahkan oleh anak yang belajar di SSN atau bahkab mungkin di Sekolah Standar Minimal.